Lagu Kayob

Deskripsi

Dalam kamus misionaris Belanda, jenis wor ini disebut sebagai nyanyian upacara penguburan. Tetapi penyanyi-penyanyi sekarang menegaskan bahwa kayob pada mulanya dinyanyikan di laut, di mana melodinya yang sedih akan membantu meredakan angin dan gelombang. Mempunyai kemiripan kultur dengan Lagu Kayob Refo. Menceritakan sebuah perjalanan kapal api yang dilakukan oleh para nenek moyang penyanyi Opiaref, yang diberi begitu banyak sajian bubur sehingga mereka harus membuang sebagian ke laut. Direkam oleh Philip Yampolsky dan dibantu oleh tim peneliti dari Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) direkam di luar gedung di Desa Opiaref, 10 Maret 1993. Lagu Kayob (00:00); Track 3 dari 22 track lagu yang terdapat di dalam album Seri Musik Indonesia Volume 10, Musik Dari Biak, Irian Jaya. Para penyanyi Grup Roruki, dari Desa Opiaref, Kec. Biak Timur, dipimpin oleh Demitianus Yensenem: Marthen- Arwakon, Melkianus Arwakon, Mina Arwakon, Editha Fairyo, Laurens Inggamer, Erdomina Maryen, Semuil Maryen, Sara Rawar, Ariance Rumbino, Dolfince Rumbino, Dora Rumbino, Editha Rumbino, Elisabet Rumbino, Mika Rumbino, Dorthea Wader, Efraim Wader (solo), Sarce Wader, Demitianus Yensenem, Sandra Yensenem, Theo Yensenem.

Penulis Deskripsi: 

Gusti Arni
Info 1

Album: 

Terbitan Seri Musik Indonesia Volume 10, Musik Dari Biak, Irian Jaya

Artis: 

Grup Roruki

Sumber: 

  • CD Audio Seri Musik Indonesia Volume 10
Info 2

Nomor File: 

LPSN_A_PAPU_MU_00003_E9.mp3

Catatan: 

Direkam dengan menggunakan Sony TCD-D10 Pro DAT dan Sonosax SX-PR (delapan masuk, dua keluar). Mikrofon: Sennheiser MKH-40s, Neumann KM-184s, dan Electro-Voice RE-18s.Semua pertunjukan dipesan khusus untuk kepentingan rekaman ini, dan semua grup telah menyatakan persetujuan tertulis untuk dipublikasikan
Peta

Lokasi: 

Desa Opiaref

Kota: 

  • Biak Timu
Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.