Ruang Gerak Tubuh dalam Tari

Dalam rangkaian kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) dengan maestro Irawati Durban hari kedua, hadir Endo Suanda, Direktur Lembaga Pendidikan Seni Nusantara dan Direktur Yayasan Tikar Media Budaya Nusantara. Endo Suanda datang sebagai pembicara dan pemberi materi Ruang Gerak Tubuh dalam Tari kepada para peserta BBM 2015. Materi yang dibawakan oleh Endo Suanda disampaikan di Villa Mawar, Wisma Pandawa, Bandung, Jumat (26/6/2015).

Dalam materi yang disampaikan, Endo Suanda menyampaikan bahwa tari merupakan komunikasi dengan Tuhan dan alam semesta. Tari bukan hanya sebagai seni yang dipertunjukkan kepada manusia, namun juga sebagai media untuk berbicara dengan Tuhan.

“Tari bukan hanya media komunikasi antar manusia atau patut dipertontonkan kepada antarmanusia, namun tari juga sebagai alat komunikasi, media untuk berbicara dan bertemu dengan Tuhan dan zat gaib lainnya,” ujar Endo Suanda.

Beliau juga menambahkan bahwa tari membutuhkan ruang, waktu, dan tenaga. Sebuah tarian membutuhkan ketiga elemen tersebut untuk menjadi suatu tarian yang sempurna. Tanpa elemen tersebut, sebuah ilham tarian tidak dapat diterjemahkan kedalam suatu bentuk tari.

“Kalau tidak ada ruang, kita tidak dapat bergerak. Tanpa waktu, tari tidak akan tercipta. Tanpa tenaga, tarian tidak akan bergerak. Penari mengatur tiga hal tersebut untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, orang lain, serta dengan Tuhan dan alam semesta,” tukasnya.

Selain memberikan materi secara lisan, beliau juga memberikan praktik latihan tentang ruang dalam sebuah tarian. Para peserta BBM diminta untuk mempraktikkan konsep ruang dengan cara menggerakkan tubuh secara bebas di dalam ruang terbatas. Para peserta BBM pun sangat antusias menyerap materi yang diberikan oleh Endo Suanda.

Sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/blog/2015/06/26/sesi-ruang-gerak-tubuh...

Image: 

Share: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.